PDKP : Dirut RSUD Tidak Menjalankan Kewajiban Terkait Transfusi Darah

Muri_Setiawan    •    Selasa, 12 Desember 2017 | 23:17 WIB
Viral
Orang tua Syahrul Fajri, balita yang meninggal dunia akibat salah penanganan pihak RSUD Depati Hamzah. (dokpri)
Orang tua Syahrul Fajri, balita yang meninggal dunia akibat salah penanganan pihak RSUD Depati Hamzah. (dokpri)

WOWPANGKALPINANG - Pusat Dukungan Kebijakan Publik (PDKP) Babel, menyayangkan sikap RSUD Depati Hamzah kota Pangkalpinang, yang terkesan lamban menangani pasien balita berusia 2,5 tahun, hingga berakibat meninggalnya anak bernama Syahrul Fajri tersebut.

alita Syahrul Fajri menghembus nafas terakhirnya bukan di RSBT atau Ambulance tetapi ketika telah berada di RSUP tepatnya ketika petugas medis di RSU Propinsi Babel Air Anyir akan melakukan tindakan, namun mereka tidak dapat menemukan denyut nadi,” jelas Ibrohim,SH kuasa hukum Herman ayah dari Syahrul Fajri.

Pada tanggal 6 Oktober 2017, ketika pertama kali Herman ayah dari Alm Syahrul Fajri (SF) mendatangi IGD RSUD-DH karena keluhan demam yang diderita anaknya (SF).

Saat itulah Herman baru mengetahui bahwa anaknya SF adalah bergolongan darah AB Rhesus+, sebab petugas medis selain memberikan sample darah dan surat permintaan darah juga menyampaikan suatu tugas agar Herman pergi ke PMI untuk meminta darah AB Rhesus + sebanyak 2 kantong ukuran 50CC.

Lanjut Ibrohim, setelah membaca keterangan yang disampaikan oleh dr Syahrial Direktur RSUD-DH Pangkalpinang bahwa pihaknya (RSUD) tidak pernah melakukan pengecekan golongan darah.

"Berdasarkan hasil penelusuran kami di PMI, diketahui bahwa Formulir Permintaan Darah untuk Transfusi Darah dari RSUD-DH tidak menuliskan golongan darah yang diminta atau dibiarkan kosong. Maka kami menilai bahwa direktur RSUD-DH telah mengakui kesalahannya yakni tidak menjalankan kewajibannya sesuai yang diatur dalam Permenkes 83/2014 pasal 41(1) mengenai Unit Transfusi Darah, Bank Darah Rumah Sakit, jejaring Pelayanan Transfusi Darah," lanjutnya.

"Oleh Sebab RSUD-DH tidak memiliki Bank Darah Rumah Sakit maka seharusnya prosedur permintaan darah dari RSUD-DH ke PMI harus mengikuti prosedur yang ditentukan oleh PMI Pangkalpinang, yakni melakukan RSUD-DH wajib melakukan pengecekan golongan darah dibuktikan dengan menuliskan jenis golongan darah di Formulir Permintaan Darah,” tambah Ibrohim.

Namun berdasarkan keterangan Herman ayah dari SF bahwa selama menjalani transfusi darah di RSUD-DH, anaknya tetap terlihat pucat namun tetap dinyatakan bisa pulang. Berbeda dengan keadaan yang dialami anaknya ketika menjalani Transfusi Darah A+ di RSBT, anaknya tidak lagi pucat.

“Di RSUD-DH anak saya tetap terlihat pucat, beda ketika di transfuse darah A+ di RSBT, saya bisa lihat dari kaki sampai kepala anak saya ada darahnya yakni kemerahan-tidak pucat lagi," jelas Herman.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE