Wawan, Penghargaan Dipenghujung Jabatan

Abeng    •    Jumat, 08 Desember 2017 | 17:09 WIB
Opini
Walikota Pangkalpinang, M. Irwansyah (paling kiri), foto bersama sejumlah Walikota se-Indonesia yang menerima Penghargaan Walikota Enterpreneur Awards 2017. (twitter/KIN ASEAN Forum 2017)
Walikota Pangkalpinang, M. Irwansyah (paling kiri), foto bersama sejumlah Walikota se-Indonesia yang menerima Penghargaan Walikota Enterpreneur Awards 2017. (twitter/KIN ASEAN Forum 2017)

Muhammad Irwansyah alias Wawan menjawab segala kritikan dengan prestasi. Pernah menjadi Walikota termuda, di penghujung jabatanya, 3 penghargaan diperoleh suami Desy Ayutrisna ini.

MarkPlus sebuah lembaga yang bergerak dibidang konsultan manajemen dan  pembangunan SDM menyerahkan penghargaan Walikota Entrepreneur Award 2017 kepada Wawan. Ada dua gelar lagi yakni di bidang kesehatan dan pariwisata pada acara yang diselenggarakan oleh MarkPlus Inc, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (6/12) malam.

Penyerahan penghargaan bukan pertama kalinya, dua selama tiga tahun menjabat Walikota, ada sederet penghargaan diberikan kepada Wawan yang menahkodai Pangkalpinang sejak 2013 silam. Wawan menjawab segala kritikan terhadap kepemimpinannya dengan prestasi. Diapun mendedikasikan penghargaan tersebut untuk semua masyarakat  Pangkalpinang.

Wawan memilki ambisi Pangkalpinang kedepan sebagai kota wisata, kesehatan dan pendidikan. Oleh sebab itu infrastruktur untuk menarik wisatawan selama ini Ia kejar. Yang belum ada dia bangun, seperti Rumah Sakit Umum Daerah yang dia ubah menjadi Green Hospital, bisa jadi inilah yang pertama di Indonesia.

Event kelas dunia pun diselenggarakan Wawan, dunia balap motor Indonesia akan mencatat jika Wawan orang pertama di Indonesia menggelar seri motor cross Internasional dikenal MXGP 2016.

"Pangkalpinang fokus untuk meningkatkan potensi medical tourism dengan membangun sebuah konsep rumah sakit bertemakan green hospital," ujar Irwansyah setibanya ke Pangkalpinang, Jumat (8/12). 

Green hospital tersebut telah selesai dibangun pada Selasa (5/12). Konstruksinya menelan bujet Rp 200 miliar rupiah.

Ia menjelaskan, green hospital terdapat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional di Pangkalpinang. Kedepannya, Irwansyah akan menghubungkan green hospital tersebut dengan smart city. 

"Kami akan konsentrasi untuk memanfaatkan teknologi yang berkaitan dengan kesehatan, baik dari sisi administrasinya, pelayanannya, dan lain sebagainya," kata Irwansyah.

Ia berharap agar medical tourism pertama di Indonesia tersebut menjadi semakin baik kedepannya, "Ini baru kami gulirkan. Mudah-mudahan dalam beberapa tahun kedepan, medical tourism Pangkalpinang bisa menjadi (seperti) Penang, layaknya di Malaysia," kata dia.

Wali Kota Pangkalpinang ini agaknya hendak menjadikan Pangkalpinang kota berkelas dunia, baru-baru ini juga Muhammad Irwansyah mengikuti forum internasional di China. Ia  menjadi wakil Indonesia di forum wali kota Asean-China di Kota Nanning, Provinsi Guang Xi, China. Forum antara wali kota Asean China  untuk pengembangan one belt one road atau jalur sutra.

Wawan saat kunjungan ke Nanning itu didampingi Kepala Bappeda dan Litbang Kota Pangkalpinang, Agus Suryadi.  Walikota Pangkalpinang ingin memanfaatkan forum tersebut untuk menarik investor dan mempromosikan pariwisata yang ada. Selain itu ada juga beberapa sistem yang hendak dikembangkan Pangkalpinang seperti smart city dan green city dengan belajar dari Kota Nanning.

"Ingin menarik investor dan mempromosikan wisata. Biar mengambil keselarasan dengan kota ini. Kalau bisa kita mengambil," ujar Agus beberapa waktu lalu.

Forum walikota Se Asean di China merupakan kali kesekian Walikota Pangkalpinang dipercaya hadir di forum tersebut. Malah tahun 2015, Wawan tampil sebagai pembicara. 

Masih diujung akhir jabatan yang tersisa setahun lagi, Wawan  tengah mengembangkan suatu kawasan wisata dengan luas lahan sekitar 1600 hektar. 

"Water front city 1.600 hektar, pengembangan lahan untuk kawasan wisata, rencana daerah pengembangan baru. Kita juga sudah ada kerjasama dengan Nanning di bidang pendidikan," imbuh Agus.

Terlambatkah Muhammad Irwansyah, yang lahir di Bangka, 1 Juni 1983 itu?.

"Tidak ada istilah terlambat, jalan untuk membangun kota ini yang makin berkelas dan berdampak terhadap kehidupan ekonomi masyarakat itu justru terbuka lebar untuk dilanjutkan," kata Wawan yang jauh-jauh hari tidak mau mencalonkan kembali sebagai Walikota ini.

Wawan dilantik, Kamis, 14 November 2013. Selama dua tahun menjabat sebagai Walikota dirinya telah mendapat beberapa prestasi.

"Dari segala kekurangan saya sebagai manusia, apa yang telah saya kerjakan selama ini untuk masyarakat," tukas Wawan yang namanya sempat masuk dalam bursa Pilgub Sumsel.

Jiwa muda dan semangat tak menyerah itulah yang jadi modal Wawan. Kendati dia gagal bersama Rustam Effendi pada Pilgub Babel 2016, tak membuatnya kendur apa lagi mundur untuk berbuat bagi masyarakat. 

 

Prestasi Pangkalpinang

1. Penghargaan dari Presiden RI melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI untuk Evaluasi Akuntabilitas Kerja Instansi Pemerintah (AKIP) Tahun 2013 dengan Kategori “CC”.

2. Travel Club Tourism Award (TCTA) untuk kategori The Best Performance Tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Majalah Travel Club bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, serta didukung Kadin Indonesia, dan gabungan industri pariwisata Republik Indonesia.

3. Anugerah Pangripta Serumpun Sebalai Terbaik I dalam Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2014 Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

4. Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan RI. 

5. Penghargaan Wahana Tata Nugraha dari Kementerian Perhubungan RI Tahun 2014.

6. Penghargaan Anugerah Ki Hajar 2014 Kategori Implementasi Terbaik dalam Pendayagunaan TIK untuk Pendidikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

7. Penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Kementerian Sosial.

8. Anugerah Pangripta Serumpun Sebalai Terbaik III dalam Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2015 Tingkat Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

9. Anubhawa Sasana Kelurahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Tahun 2015. 

10. Penghargaan Pangkalpinang Kawasan Berbudaya Kekayaan Intelektual dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. 

11. Penghargaan Adhitya Karya Mahatva Yodha untuk Wali Kota Pangkalpinang kategori Pembina Karang Taruna Terbaik Tahun 2015 dari Kementerian Sosial RI.

12. Penghargaan Kota Peduli HAM Tahun 2014 dari Kementrian Hukum dan HAM RI. 

13. Piala Adiwiyata untuk SD Negeri 15 Pangkalpinang Tahun 2015 dari Kementrian Lingkungan Hidup RI. 

14. Piala Adiwiyata untuk SMP Negeri 1 Pangkalpinang Tahun 2015 dari Kementrian Lingkungan Hidup RI.

15. UPI Award Tahun 2015 dari Universitas Pendidikan Indonesia(UPI), Bandung. 

Halaman