Indonesia Kecam Pengakuan Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Muri_Setiawan    •    Kamis, 07 Desember 2017 | 13:51 WIB
Nasional
Menlu RI, Retno LP Marsudi, menyampaikan pidatonya dalam sesi pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) di Banten, Kamis siang. (kemlu.go.id)
Menlu RI, Retno LP Marsudi, menyampaikan pidatonya dalam sesi pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) di Banten, Kamis siang. (kemlu.go.id)

WOWBANTEN - Indonesia mengecam pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, menegaskan pernyataan ini menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump yang memberikan pengakuan Jerussalem sebagai ibukota Israel, Kamis (7/12/17) dini hari tadi.

Hal itu diungkapkan Menlu Retno mengawali pidatonya dalam sesi pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) di Banten, siang tadi.

“Ketika kita semua berada di sini [Banten, red] merayakan demokrasi [BDF, red] untuk menghormati dialog, pagi ini Presiden AS mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel," tuturnya di hadapan 96 negara dan 7 organisasi internasional peserta BDF.

“Indonesia mengecam pengakuan tersebut," tegas Menlu Retno, seperti dikutip dari laman resmi kemlu.go.id.

Demokrasi, kata Retno, mengandung makna kuat menghormati hukum dan kesepakatan internasional. Pengakuan AS tersebut tidak menghormati berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB.

Retno sangat menyayangkan hal ini mengingat AS, sebagai sebuah negara yang demokratis, seharusnya memahami makna demokrasi.

Menlu Retno yang mengenakan syal Palestina mengatakan, “Saya berdiri di sini, memakai syal Palestina untuk menunjukkan komitmen kuat Indonesia, rakyat Indonesia untuk selalu bersama dengan rakyat Palestina, untuk hak-hak mereka. Indonesia akan selalu bersama dengan Palestina," tutupnya.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE