Status Gunung Agung Jadi Awas

Muri_Setiawan    •    Senin, 27 November 2017 | 09:31 WIB
Viral
Beberapa jam sebelum ditingkatkan menjadi Awas, sejumlah aktivitas vulkanik Gunung Agung terpantau oleh PVMBG, mulai dari gempa tremor sampai sinar api dari atas kawah. (REUTERS/Johannes P. Christo).
Beberapa jam sebelum ditingkatkan menjadi Awas, sejumlah aktivitas vulkanik Gunung Agung terpantau oleh PVMBG, mulai dari gempa tremor sampai sinar api dari atas kawah. (REUTERS/Johannes P. Christo).

WOWVIRAL - Status aktivitas vulkanik Gunung Agung, Bali dinaikkan statusnya dari Level III (Siaga) ke Awas atau Level IV, sejak Senin (27/11/17) pagi. Level Awas ini merupakan yang tertinggi untuk status Gunung Aktif di Indonesia.

"Tingkat erupsi magmatik Gunung Agung mulai meningkat dari freatik jadi magmatik pada tanggal 25 November pukul 23.00 WITA lalu, dan hingga saat ini erupsi magmatik terus terjadi," ujar Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, I Gede Suantika, dikutip dari wartakora, Senin (27/11/2017).

PVMBG memperkirakan akan terjadi letusan dalam skala besar beberapa waktu mendatang.

"Melihat kondisi tersebut, PVMBG meningkatkan status aktivitas Vulkanik Gunung Agung dari Siaga (level III) ke Awas Level IV per tanggal 27 November 2017, pukul 06.00 Wita," lanjutnya.

Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan diminta tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apa pun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 8 km dari kawah Gunung Agung.

Dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 10 km dari kawah Gunung Agung.

Ada pun wilayah yang termasuk dalam zona rawan tersebut antara lain Desa Ban, Dukuh, Baturinggit, Sukadana, Kubu, Tulamben, Datah, Nawakerti, Pidpid, Bhuana giri, Bebandem, Jungutan, Duda Utara, Amerta Buana, Besakih, Sebudi, dan Pempatan.

Sebelumnya, pada Minggu (25/11/2017) malam, terekam dua kali dentuman di sela kepulan asap yang terus keluar dari kawah Gunung Agung, sekitar pukul 20.30 Wita.

Suara dentuman terdengar hingga Pos Pantau Gunung Api Agung yang terletak sekitar 12 km dari kawah Gunung Agung.

 

Fase Magmatik

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan, Gunung Agung telah memasuki fase magmatik setelah sebelumnya dinaikkan statusnya menjadi awas. Fase magmatik adalah erupsi magma yang menghasilkan produk magma seperti abu atau lava.

Kepala PVMBG Kasbani mengatakan, fase magmatik diketahui berdasarkan munculnya sinar merah atau nyala api yang terlihat di atas kawah Gunung Agung.

"Sudah (fase magmatik), di atas kan itu yang warna merah itu kan lava," kata Kasbani dikutip CNNIndonesia, Senin (27/11/17).

Sinar merah atau nyala api di atas kawah Gunung Agung menunjukkan magma sudah berkumpul di bibir kawah. PVMBG sendiri belum dapat memastikan kapan letusan magmatik akan terjadi, "Kami pantau secara menerus, ada proses," ujar Kasbani.

Dalam catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, erupsi Gunung Agung dengan cahaya merah terjadi pada Minggu (26/11) pukul 22.00 WITA. 

Letusan yang disertai sinar api dengan asap kawah berintensitas kuat berwarna kelabu membumbung setinggi 3.000 meter di atas puncak kawah. 

PVMBG pun memperluas zona perkiraan bahaya menjadi 8-10 kilometer dari sebelumnya zona bahaya sempat dipersempit menjadi 6-7,5 kilometer.

 

Catatan PVMBG

Dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/11/17), PVMBG merilis aktivitas-aktivitas vulkanik gunung yang mempunyai ketinggian 3.142 mdpl tersebut sebelum ditingkatkan menjadi Awas.

PVMBG mencatat, pada Minggu (26/11'17) pukul 18.00-19.00 WITA, CCTV Batulompeh merekam sinar api di atas puncak Gunung Agung. Kemudian pukul 19.00-20.00 WITA, amplitudo tremor teramati cenderung menguat dari jam sebelumnya.

Pukul 20.00-21.00 WITA, terdengar dua kali suara dentuman di dalam kawah disertai kilat, amplitudo tremor juga semakin menguat. Pukul 21.00-22.00 WITA, terekam tremor overscale menguat di stasiun PSAG dan beberapa stasiun lainnya mulai pukul 21.36 WITA.

Pukul 22.00-23.00 WITA, terdengar satu kali dentuman pada pukul 22.26 WITA, amplitudo tremor teramati mulai melemah namun masih di atas background. Pukul 23.00-24.00 WITA, terlihat sinar api dari kawah Gunung Agung, amplitudo tremor teramati melemah namun masih di atas background.

Memudian pada Senin (27/11) pukul 00.00-01.00 WITA, terlihat sinar api dari kawah Gunung Agung, amplitudo tremor teramati melemah namun masih di atas background. Pukul 01.00-02.00 WITA, terlihat sinar api dari kawah Gunung Agung, tremor menerus masih terjadi, amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm).

Pukul 02.00-03.00 WITA, terlihat sinar api dari kawah Gunung Agung. Pukul 02.11 WITA, tremor menerus, amplitudo 3-10 mm (dominan 3 mm). Pukul 03.00-04.00 WITA, terlihat sinar api dari kawah Gunung Agung, tremor menerus masih terjadi, amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm).

Pukul 04.00-05.00 WITA, terekam satu kali gempa letusan dengan amplitudo 21 mm, durasi 40 detik, tremor terekam membesar dari pukul 04.30 WITA dengan amplitudo 1-4 mm (dominan 3 mm). Pukul 06.00 WITA, status Gunung Agung ditingkatkan menjadi Awas.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL