Saatnya Hilirisasi Timah

Firman    •    Sabtu, 15 Juni 2019 | 14:02 WIB
Lokal
Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya.(dok)
Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya.(dok)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Pihak Kementerian ESDM menyarankan agar semua pihak di daerah untuk duduk bersama, baik itu pemerintah, pengusaha, dan masyarakat mencari bentuk timah olahan sebagai amanat Undang Undang nomor 4 tahun 2009 yakni adanya hilirisasi yang memiliki nilai lebih.

Timah batangan selama ini sebagai komuditas ekspor utama Bangka Belitung bukankah bentuk dari hilirisasi mineral.

“Bentuknya adalah timah industri, PT Timah ada di Celegon, ada pengembangan, bentuk macam-macam. Contoh konkrit hilirisasi ini di Jepang dengan Mitsubishi yang memiliki penambangan hingga produk digunakan untuk otomotif," ujar Yuli Bimantoro dari Kementerian ESDM sat rapat dengan DPRD Provinsi Bangka Belitubg, Jumat (14/6/2019).

Selama berabad-abad kata Yuli, timah masih dalam bentuk batangan yang belum masuk dalam hilirisasi timah.

"Nah Indonesia hilirisasi untuk timah apa, bukan batangan, seperti saat ini. Produk smelter semua masih batangan. Tantangannya supaya lebih hilir lagi, ada industri hilir timah yang lebih rinci sehingga industri ini mampu menyerap tenaga kerja,” kata Yuli.

Saran agar sumber daya alam timah ini memiliki keberlangsungan dan ekonomi Babel berkelanjutan ditanggapi Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya.

Didit mengajak pemerintah daerah untuk bersinergi merancang konsep hilirisasi ini kemudian diajukan ke pemerintah pusat.

“Tata kelola hingga hilirisasi ini agar bisa menjawab persoalan timah



1   2